Jumat, 05 Agustus 2022

KITA (Chapter 2)

                Amel ingat kalau kartu perpustakaan miliknya dipinjam Adel dan belum dikembalikan, akhirnya dia memutuskan untuk mencari buku sebagai bahan referensi di perpustakaan sekolah saat pulang sekolah. Ella dan Bagas sahabat Amel yang mengira Amel pergi ke perpustakaan kota memilih untuk pulang mendahuluinya. Di dalam perpustakaan sekolah masih terdapat beberapa gelintir anak yang masih membaca buku, termasuk Amel di dalamnya. Lama ia mencari buku bahan referensi untuk menyelesaikan tugas yang diberikan guru padanya.

                 Sambil membuka-buka buku yang sesuai dengan bahan tugasnya, tanpa disengaja kertas dengan catatan tulisan tangan jatuh tepat di atas kakinya. Amel memungutnya dan betapa terkejutnya dia, tulisan tangan itu sama persis dengan tulisan tangan surat kaleng yang selama ini ia terima.

            Catatan itu berisi tentang rangkuman dan poin-poin dalam buku tersebut. Begitu mengagetkannya pula bahwa itu sesuai dengan tugas yang sedang dia cari. Hal ini membuat Amel takut sekaligus ingin menebak siapa kira-kira yang selalu memberinya surat kaleng tersebut.

*

“Boleh aku duduk disini?” tanya Indra kepada Adel saat di kantin sekolah yang memang tidak ada bangku kosong saat jam istirahat.

Adel kaget dengan kehadiran Indra dan memilih diam untuk tidak menarik perhatiannya.

“Tentu saja boleh.” Jawab Shella tanpa ragu.

Sontak Adel dengan sengaja menyenggol lengan sahabatnya itu.

“Aahhh.. Apa sih Del. Sakit tau.”

“Masih belum selesai baca bukunya Chairil Anwar?” tanya Indra sambil menyeruput mie instan makan siangnya sebelum Adel sempat menjawab protesnya Shella.

“Hah? Kamu ngomong sama aku?” tanya Adel pada Indra.

“Iya. Kemaren kamu ke perpustakaan kota kan pinjam buku-buku Chairil Anwar. Udah selesai baca belum?”

“Tunggu, sejak kapan kamu suka baca buku Del?” Shella menyela pembicaraan Indra dan Adel karena sangat tahu bahwa sahabatnya tersebut tidak suka membaca.

“Ohh itu sepupu aku yang pinjam buku cuman belom pernah pinjam di Perpustakaan Kota, jadi minta tolong aku gitu.” dalih Adel, takut akan terbongkar identitas dia sesungguhnya sebagai anak kembar.

“Aku ke kelas duluan ya Shel.” Ucap Adel sebelum Shella bertanya lebih jelas mengenai pembicaraan tersebut. Adel berdiri dan berjalan menuju kelas tanpa melihat ke arah Indra.

Dari belakang Indra ikut mengejar Adel, niat Indra duduk mendekati Adel dan Shella tadi memang ingin bekenalan dengan Adel.

“Adel tunggu!!”

Langkah kaki Adel semakin cepat dan cepat tanpa pikir panjang, ia membelokan arah menuju ke kamar mandi perempuan tempat paling aman untuk tidak bisa dikejar oleh Indra, begitu pikirnya. Sudah 15 menit Adel berada di kamar mandi, sambil melirik jam tangannya dan pintu kamar mandi bergantian, berharap Indra sudah tidak berada disana lagi. Sesekali menanyakan pada siswi lain yang masuk ke kamar mandi apakah masih ada siswa laki-laki yang masih bediri di depan pintu kamar mandi. Bel tanda masuk kelas berbunyi, Adel keluar kamar mandi dan menuju ke kelasnya, setidaknya dia tidak akan mengobrol dengan Indra lebih lanjut jika pelajaran telah dimulai.

*

            Mengapa Adel sepertinya selalu menghindariku? Sudah satu bulan Indra memikirkan banyak kemungkinan tentang sikap Adel yang sering mrnghindarinya. Bahkan saat mengerjakan kelompok, dia memilih untuk mengerjakan sendiri bagiannya dan menyetor tugasnya pada Indra.

            “Sebenarnya salahku apa sih? Kok Adel sepertinya menghindariku?” grutu Indra yang tak sadar diucapkan saat bersama teman-temannya.

            “Adel memang begitu Ndra. Dia cuma mau berteman dengan Shella. Tidak pernah aku lihat dia mau bergaul dengan teman lain. Ya mungkin memang Adel itu sombong.” ucap Faris teman sebangku Indra.

            Namun Indra merasa Adel bukan tipe anak sombong. Saat bertemu di Perpustakaan Kota pun Adel sempat mengobrol sebentar dengannya. Indra baru ingat bahwa kartu perpustakaan Kota milim Adel belum dikembalikan olehnya.

            Keesokan hari, Indra berniat mengembalikan kartu perpustakaan kota milik Adel. Diperjalanan menuju sekolah, dia tak sengaja melihat sosok mirip seperti Adel dari belakang. Dengan tanggap, Indra mengemudikan motornya dengan cepat namun hati-hati untuk mengejar Adel. Namun sungguh menjadi pertanyaan bagi Indra bahwa sosok mirip Adel itu memasuki gerbang sekolah yang berbeda dengan sekolahnya. Ingin Indra mengejar sosok itu, namun saat itu pula gerbang sekolah ditutup oleh satpam sekolah karena waktu telah menunjukkan pukul 07.15 WIB.

            “Gawat aku telat.” hardiknya seraya menyalakan mesin motornya dan melaju dengan kecepatan yang masih sewajarnya.

*

 

            Sementara itu Amel merasa seperti di awasi sejak akan memasuki gerbang sekolah, namun ia tidak pernah menoleh sedikit pun karena merasa takut jika itu adalah pengirim surat kaleng itu. Amel telah memikirnyanya selama berhari-hari, jika pengiirm surat kaleng itu bisa saja salah satu siswa siswi yang satu sekolah dengannya. Melihat dengan jelas bahwa tulisan tangan pengirim surat kaleng tersebut mirip dengan tulisan di catatan kecil yang dia temukan di sela-sela buku perpustakaan sekolah.

            Adel berjalan lebih cepat lagi, hingga masuk gerbang sekolah dan meminta pada satpam sekolah untuk segera menutup gerbang dan mengingatkan bahwa waktu telah menunjukan pukul 07.15 WIB. Setelah merasa aman, Amel menoleh untuk melihat apakah benar dia diikuti oleh seseorang. Namun yang terlihat hanya siswa sekolah lain yang sedang melintas di depan sekolahnya.

            “Ngelamun aja Mel.” Kata Ella mengagetkan lamunan Amel.

            “Kamu sengaja nunggu aku di depan sini biar bisa pinjam buku tugasku kan?”

            “Ehh tau aja, sudah selesai kan tugasmu. Liat dong.” pinta Ella diikuti Bagas dari belakang.

            “Niih.”kata Amel sambil menyerahkan  buku tugasnya.

            Selama pelajaran berlangsung Amel sungguh tidak berkonsentrasi mengingat bahwa pengirim surat kaleng tersebut memiliki selara bacaan yang sama dengannya, dan tentunya dia ada di sekitar Amel.

 

Bersambung….

 

Cerita sebelumnya https://catatandinni.blogspot.com/2012/02/cinta-si-kembar.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan Komentar mu...!! ^^