BRUUUKK.....
“Auw.....”, jerit
seorang gadis yang terjatuh setelah menabrak pemuda di depannya. “Mas, kalau
jalan lihat-lihat donk” sambil memunguti buku-buku yang berjatuhan dari
tangannya.
“Iya mbak.
Maaf.... Mbak nggak apa-apa kan. Sini saya bantu”, kata pemuda itu sambil
membantu memunguti buku tersebut.
“Suka sama
karya-karyanya Chairil Anwar ya mbak?”
“Mas tau dari
mana?”
“Nih buku-buku
yang mbak pinjem tentang Chairil Anwar semua. Berarti kan mbak suka
karya-karyanya Chairil Anwar. Iya toh?”
“Enggak juga. Aku
pinjem buku-buku Chairil Anwar karena ada tugas di sekolah, disuruh
identifikasi tentang karya-karya Chairil Anwar. Kalau gak karena tugas, aku
juga udah gak mau pinjam buku ini. Ke perpustakaan kota lagi. Males banget...”
“Kalau males ke
perpustakaan kota, kenapa enggak ke perpustakaan sekolah aja?”
“Aduh... Kamu ini
ngerti gak sih yang aku jelazin tadi? Ini tugas di sekolah, ya pasti buku-buku
Chairil Anwar di perpustakaan sekolah sana sudah habis dipinjam sama
teman-teman”
“Owh.... Iya
yah.... Ini mbak bukunya.”, sambil memberika buku-buku kepada gadis itu.
“Makasih yah. Aku
duluan.”, berlari keluar perpustakaan.
Saat pemuda itu
nenunduk, dilihatnya kartu perpustakaan kota milik gadis itu terjatuh.
“Alena Amelia
Putri Prasetyo. Hmmmm.... nama yang bagus, cocok dengan wajahnya yang manis”
*
Tok...tok...tok...
“Masuk....!”,
terdengar suara dari dalam kamar.
Pintu pun terbuka.
“Del, udah nemu
bukunya?”, ucap gadis dari luar tadi.
“Udah”, jawabnya
singkat.
“Sekarang mana
kartu perpusku? Besok aku mau ke perpus nih”
“Sebentar yah, aku
cari dulu.”, sambil menggelegah tas convers warna hitamnya. “Aku taruh mana
yah...?”
“Lho... Kok tanya
aku. Kan kamu yang pinjem.”
“Iya-iya....
Bentar aku cari dulu. Sabar ya jeng.”
Beberapa menit kemudian.
“Del, kamu taruh
mana sih? Cepetan donk.”
“Aku taruh tas
kok, tapi kenapa ilang yah?”
“HAH! Ilang? Kamu
ini gimana sih Del. Aku kan udah bilang, kalau sudah selesai make’ langsung
taruh dompet atau tas. Sekarang kalau ilang gini gmana hayo?”
“Iya ntar aku cari
deh. Pasti ketemu kok, paling cuma keselip doang. Kamu tenang aja”
“Tenang gimana
maksud kamu. Iya kalau keselip, kalau ilang beneran gimana coba? Pokoknya kamu
harus cari sampek ketemu.”
“Iya cerewet.
Sekarang kamu balik aja ke kamar mu sana. Aku mau nyelesaiin tugas dulu nih.”
“Jangan sampek gara-gara
kamu, aku besok gak jadi ke perpus.”
“Lho kok nyalahin
aku. Kalau kamu mau ke perpus, ya kamu ke perpus aja sana. Kan bisa baca disana
bukunya, gak usah dipinjem.”
“Huh... Dasar
pelupa. Belum tua udah pikun.”
“Apa kamu bilang!”
Bruuuk. Pintu
tertutup tepat saat Adel melempar buku Chairil Anwarnya.
Ketika gadis yang
baru saja keluar kamar itu menuruni tangga spiral yang terbuat dari batu marmer
menuju lantai bawah dan langsung menuju dapur.
“Amel. Kenapa
triak-triak sih nak? Ini rumah bukan hutan.”, omel Mama Amel sekaligus Adel.
Yah... Mereka adalah anak kembar dari keluarga Prasetyo. Kakaknya bernama Alena
Amelia Putri Prasetyo yang akrab dengan sapaan Amel dan adiknya yang bernama
Alina Adelia Putri Prasetyo yang biasa dipanggil Adel. Walaupun sudah jelas
mana yang kakak dan mana yang adik, tetapi mereka berdua tidak mau mengakuinya.
Mereka berebut ingin menjadi kakak. Maka dari itu sejak masih duduk dibangku TK
sampai SMA sekarang ini, mereka tidak mau bersekolah di satu tempat. Dengan
alasan supaya tidak ada yang tahu kalau mereka kembar, agar tidak meributkan
siapa kakaknya dan siapa adiknya. Karena setiap orang yang melihat anak kembar
pastilah menanyakan siapa kakaknya dan siapa adiknya. Selain itu mereka juga
masih mempunyai kakak laki-laki yang bernama Mario Aditya Putra Prasetyo yang
akrab dengan sapaan Adit.
“Adel tuh Ma. Masa
kartu perpustakaan Amel diilangin sama dia. Nyebelin banget sih tu anak.”
“Kan bisa buat
kartu perpus lagi Mel.”
“Iya Ma. Tapi Amel
males nggurusnya. Lagian pasti datanya disana sudah ada, kalu ditanya mau jawab
apa? Ilang gtu? Pasti ngurusnya tambah repot nih”
“Mungkin keselip
kali Mel. Kayak kamu gak tau Adel aja.”
“Itu dia Ma.
Walaupun keselip tapi gak dicari, pasti gak akan ketemu-ketemu”, sambil membuka
kulkas LG 4 pintunya dan mengambil soft drink serta beberapa snack kesukaannya.
“Adel kan gitu orangnya, gampang nyerah, kalah sama situasi. Kalau situasinya
gak memungkinkan pasti deh nyerah. Bisa jadi kalu dalam pencarian kartu perpus
punyanya Amel trus dia ada tugas yang numpuk banget atau gak ketemu-ketemu
padahal udah ngacak-ngacak kamar tapi gak ketemu, pasti deh tu anak nyerah.”
“Udah, kamu tunggu
dulu. Kalau masih gak ketemu kamu ajak Mama ngurus kartu perpus kamu.”, sambil
terus mencoba membuat kue yang resepnya didapat dari ibu-ibu arisan kemaren
sore. Sudah 15 kali membuat tetapi tidak ada yang berhasil.
*
“Del, tugasmu
sudah selesai belum?”, tanya seorang sahabat Adel yang bernama Shela.
“Udah donk Shel.
Adel gitu.”, sambil menjepit krahnya dengan jari telunjuk dan ibu jari di kanan
dan kiri krah dan mengangkatnya sebentar setelah itu dilepaskan.
“Sombong nih. Mana
coba aku lihat.”
“Nih....”
“Kamu dapat
buku-buku ini dari mana?”, katanya setelah meneliti pekerjaan Adel beberapa
menit. “Kan buku-buku ini di perpustakaan sekolah kita tidak ada. Aku juga
sudah nyari di perpus sekolah sudah dipinjam semua buku-buku Chairil Anwarnya.”
“Makanya think
smart donk. Aku pinjam di perpustakaan kota, di sana kan buku-bukunya lengkap.”
“Owh... Kenapa
kamu gak bilang, kan sekalian aq bisa ikut. Tapi, ngomong-ngomong memangnya
kamu punya kartu perpustakaan kota?”
“Hah... ehmmm
Punya donk”
“Kenapa kamu
ragu-ragu gitu jawabnya Del?”
“Enggak.... Gak
apa-apa kok. Eh... Bu Elina datang tuh”
Benar saja,
setelah Adel menyelesaikan kalimatnya. Ada seorang guru selaku wali kelas XI IB
1 yang masuk ke kelas.
“Selamat Pagi
anak-anak!”
“Selamat Pagi Bu.....”,
jawab murid-murid serempak.
“Pagi ini kita
kedatangan murid baru yang akan masuk dan mengikuti proses belajar mengajar di
kelas kita tercinta ini.”, setelah menyelesaikan ucapannya, Bu Elina memberikan
isyarat dengan anggukkan kepada seseorang yang ada di luar kelas sejak tadi.
Kemudian seorang pemuda memasuki kelas. “Ayo perkenalkan namamu”, perintah Bu
Elina.
“Selamat Pagi.
Nama saya Indra Bagaskara, kalian bisa memanggil saya cukup Indra. Saya
pindahan dari SMA 25 Bandung. Senang berkenalan dengan kalian, semoga kita bisa
jadi teman yang baik. Terima kasih.”
“Okeh Indra, kamu
duduk di bangku kosong itu yah!”
“Iya bu, terima
kasih.”
“Sekarang kalian
buka buku bahasa indonesia kalian halaman 126. Dibaca ya, Ibu mau keluar
sebentar.”
Indra berkenalan dengan
teman sebangkunnya yang bernama Doni. Kemudian dia berpaling ke tempat duduk di
sebelah kirinya.
“Lho...? Mbak yang
kemaren kan?”, suara indra yang terlalu keras membuat Adel menoleh ke samping
kanannya.
“Kamu ngomong sama
aku?”
“Ya iyalah mbak,
memangnya mau mgomong sama siapa lagi?”
“Hah...! Mbak
katamu? Sejak kapan aku jadi kakak kamu?”
“Hehehehehe.......
Perkenalkan nama saya Indra. Mbak namanya siapa?”, sambil mengulurkan tangan.
“Penting ya....?”,
sambil tetap membaca buku bahasa indonesianya.
“Biar saya tebak
pasti nama mbak ini Alena Amelia Putri Prasetyo. Ya kan?”
Adel kaget
setengah mati mendengar nama saudara kembarnya disebut-sebut. Dia harus
hati-hati dalam bertanya, supaya tidak terjadi kesalahpahaman yang membuat
terbongkarnya rahasia yang ia pendam belasan tahun sudah.
“Hah...! Apa
katamu? Kenapa kamu bisa menyebutkan nama itu?”
“Kemaren kartu perpustakaan mbak terjatuh, dan
saya yang mengambilnya.”
“Owh... Jadi ada
di kamu? Makanya saya cari-cari kok gak ada. Sini mana balikin!”
“Sebentar ya
mbak.”, sambil merogoh tas skul rock warna hitamnya. “Wduh mbak maaf, saya lupa
gak bawa. Saya pikir kalau saya bawa sembarangan nanti hilang. Ehm... Giman
kalau nanti saya ke rumah mbak saja, ngembaliin kartunya. Di kartunya kan ada
alamatnya.”
“Hah....!
JANGAN....!”, ucap Adel setengah teriak saking kagetnya.
“Lho lha trus
gimana mbak?”
“Maksudnya, kamu
jangan panggil Mbak. Adel aja. Nama ku Adel.”, kata Adel setelah memikirkan
jawabannya sejenak dan memutuskan untuk memperkenalkan dirinya.
“Lho tapi di kartu
perpustakaan mbak eh kamu nama mu Ale...” belum selesai berbicara sudah
dipotong oleh Adel.
“Salah ketik kali.
Nama ku Alina Adelia Putri Prasetyo. Teman-teman biasa panggil aku Adel.”
“Owh... iyah. Salam
kenal.”
“Iyah...”
*
Dilain sekolah, Amel baru saja meletakkan tas convers
pinknya di mejanya. Dan ia melihat secarik kertas yang menyembul keluar dari
laci mejanya. Ditariknya laci itu, dan diambillah kertas itu yang ternyata
adalah amplop surat. Di bagian depan bertuliskan for : Amel, dan di belakang
bertuliskan secret admirer. Sudah 2 minggu ini setiap ia mendapat surat dari
secret admirernya yang benar-benar mencurigakan. Dia sudah berkali-kali
menjebak si pengirim dengan rencana-rencana brilian sahabatnya yang bernama
Ella, mulai dari rencara datang pagi-pagi sekali sebelum penjaga sekolah belum
bersih-bersih kelas sampai bertanya pada penjaga sekolah dan murid lain yang
datangnya pagi. Tetapi tetap saja tidak bisa ditangkap.
Setelah
beberapa menit membolak-balik amplop ini, kemudian ia baca.
Cinta masuk ke dalam
sanubari tanpa aku undang
Ia bagai ilham dari
langit yang menerobos dan bersemanyam dalam jiwa
Dan kini aku akan mati
karena cinta asmara yang telah melilit seluruh jiwa
“Dapat
kiriman lagi Mel?”, suara Ella yang baru saja datang mengagetkan Amel dari
lamunannya.
“Iya.
Ni orang siapa sih kurang kerjaan banget ngirim-ngirim kayak ginian.”
“Kok
kurang kerjaan sih? Dia kam pengen nunjukin ke kamu kalau dia suka sama kamu
Mel.”
“Kamu
kenapa belain orang ini El? Jangan-jangan kamu sudah kepincut ma ni orang
yah..?”
“Yeeeeee..... Siapa
juga yang kepincut ma orang ini. Aku lama-lama jadi kasian ma orang ini. Dia
suka sama kamu tapi gak bisa ngomong langsung ma orangnya tapi Cuma bisa lewat
kata-kata indah kayak gini ini.”
“Ya
udah biarin aja. Kalu dia gak mau nunjukin dirinya ya udahlah biarin aja.
Anggap aja orang salah kirim. hehehehehe”
“Terserah
kamu aja deh. Eh.. ntar pulang sekolah kamu antarin aku ke mall yuk. Biasa
shopping.”
“Males
ah... Ntar aku mau ke perpustakaan kota. Mau nyari buku.”
“Buku
buat apa?”
“Dibuat
bantal. Ya dibacalah non.”
*
to be continue....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tinggalkan Komentar mu...!! ^^