D3 PERPUSTAKAAN
Dosen Pembimbing : Moh. Safii, S.Kom
Kelompok 8 :
1. Cici Ria Dewi
2. Cahyaning Mustika Sari
3. Dini Suryani Kirana
4. Jakfar Syodik
5. Muhammad Fahmi
METROPOLITAN AREA NETWORK (MAN)
Pada kesempatan kali ini kelompok kami akan membahas tentang
Metropolitan Area Network (MAN). Sebelum membahas tentang MAN, terlebih
dahulu kita akan membahas tentang sejarah jaringan komputer.
Sekilas tentang Sejarah Jaringan Komputer
Pada tahun 1940-an di Amerika ada sebuah penelitian yang ingin
memanfaatkan sebuah perangkat komputer secara bersama. Pada tahun
1950-an ketika jenis komputer mulai membesar sampai terciptanya super
komputer, karena mahalnya
harga perangkat komputer maka ada tuntutan sebuah komputer mesti melayani beberapa terminal. Dari sinilah maka muncul konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS (Time Sharing System), bentuk pertama kali jaringan (network) komputer diaplikasikan. Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung secara seri ke sebuah host komputer.
harga perangkat komputer maka ada tuntutan sebuah komputer mesti melayani beberapa terminal. Dari sinilah maka muncul konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS (Time Sharing System), bentuk pertama kali jaringan (network) komputer diaplikasikan. Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung secara seri ke sebuah host komputer.
Selanjutnya konsep ini berkembang menjadi proses distribusi (Distributed
Processing). Dalam proses ini beberapa host komputer mengerjakan sebuah
pekerjaan besar secara paralel untuk melayani beberapa terminal yang
tersambung secara seri disetiap host komputer.
Selanjutnya ketika harga-harga komputer kecil sudah mulai menurun dan
konsep proses distribusi sudah matang, maka penggunaan komputer dan
jaringannya sudah mulai beragam dari mulai menangani proses bersama
maupun komunikasi antar komputer (Peer to Peer System) saja tanpa
melalui komputer pusat. Untuk itu mulailah berkembang teknologi jaringan
lokal yang dikenal dengan sebutan LAN (Local Area Network). Demikian
pula ketika Internet mulai diperkenalkan, maka sebagian besar LAN yang
berdiri sendiri mulai berhubungan dan terbentuklah jaringan raksasa
ditingkat dunia yang disebut dengan istilah WAN (Word Area Network).
Komponen dalam Pembuatan Jaringan Komputer
Tiga Komponen Penting dalam Membuat Jaringan Komputer:
1. Host atau node: system komputer yang berfungsi sebagai sumber atau penerima dari data yang dikirimkan.
2. Link: media komunikasi yang menghubungkan antara node yang satu dengan node yang lain. Media ini berupa saluran transmisi, misalnya kabel.
3. Perangkat Lunak (Software): program yang mengatur dan mengelola jaringan secara keseluruhan.
Metropolitan Area Network (MAN)1. Host atau node: system komputer yang berfungsi sebagai sumber atau penerima dari data yang dikirimkan.
2. Link: media komunikasi yang menghubungkan antara node yang satu dengan node yang lain. Media ini berupa saluran transmisi, misalnya kabel.
3. Perangkat Lunak (Software): program yang mengatur dan mengelola jaringan secara keseluruhan.
Sekilas Tentang Metropolitan Area Network (MAN)
Metropolitan Area Network atau disingkat dengan MAN adalah jaringan
komputer yang mencakup area kampus, perkantoran, pemerintahan ataupun
kota, biasanya menghubungkan jaringan area lokal dengan menggunakan
teknologi backbone yang berkecepatan tinggi. Jaringan MAN adalah
gabungan dari beberapa LAN. Jangkauannya antara 10 hingga 50 km.
MAN adalah jaringan yang menghubungkan pengguna dengan sumber daya
komputer dalam suatu wilayah geografis atau wilayah yang lebih besar
dari yang tercakup dalam jaringan LAN tetapi lebih kecil dari daerah
yang dicakup oleh WAN. Istilah ini diterapkan pada interkoneksi jaringan
di sebuah kota menjadi sebuah jaringan tunggal yang lebih besar (yang
kemudian juga menawarkan koneksi yang efisien untuk WAN). Istilah ini
juga dapat diartikan interkoneksi dari beberapa jaringan area lokal
dengan menjembatani mereka dengan backbone lines. Universitas besar juga
kadang-kadang menggunakan istilah MAN untuk menggambarkan jaringan
mereka.
MAN merupakan pilihan yang tepat untuk membangun jaringan antar
kantor-kantor dalam satu kota antara pabrik/instansi dan kantor pusat
yang berada dalam jangkauannya. Untuk dapat membuat suatu jaringan MAN,
biasanya diperlukan adanya operator telekomunikasi untuk menghubungkan
antar jaringan komputer. MAN mampu menunjang data teks dan suara, bahkan
dapat berhubungan dengan jaringan televisi kabel atau gelombang radio.
Sebuah MAN (seperti WAN) umumnya tidak dimiliki oleh satu organisasi.
MAN, komunikasi linknya dan peralatan, umumnya dimiliki oleh salah satu
konsorsium pengguna atau oleh penyedia layanan jaringan yang menjual
pelayanan kepada pengguna.
Di kota-kota di dunia, contoh jaringan area metropolitan dengan berbagai
ukuran misalnya saja di daerah metropolitan London, Inggris; Lodz,
Polandia, dan Jenewa, Swiss. Kota Cambridge maupun Massachusetts
misalnya, telah mengembangkan MAN yang menghubungkan puluhan LAN di
kampus-kampus dan fasilitas medis. Baru-baru ini yang sedang menjadi
trend adalah pemasangan wireless MAN.
Contoh Jaringan Komputer MANKeuntungan Jaringan MAN
Keuntungan dari Jenis Jaringan Komputer MAN ini diantaranya adalah :
• Server kantor pusat dapat berfungsi sebagai pusat data dari kantor cabang.
• Transaksi yang Real-Time (data di server pusat diupdate saat itu juga, contoh ATM Bank untuk wilayah nasional).
• Komunikasi antar kantor bisa menggunakan e-mail, chatting dan Video Conference (ViCon).
• Cakupan wilayah jaringan lebih luas sehingga untuk berkomunikasi menjadi lebih efisien.
• Mempermudah dalam hal berbisnis.
• Keamanan dalam jaringan menjadi lebih baik.
Kerugian Jaringan MAN• Server kantor pusat dapat berfungsi sebagai pusat data dari kantor cabang.
• Transaksi yang Real-Time (data di server pusat diupdate saat itu juga, contoh ATM Bank untuk wilayah nasional).
• Komunikasi antar kantor bisa menggunakan e-mail, chatting dan Video Conference (ViCon).
• Cakupan wilayah jaringan lebih luas sehingga untuk berkomunikasi menjadi lebih efisien.
• Mempermudah dalam hal berbisnis.
• Keamanan dalam jaringan menjadi lebih baik.
Kerugian dari Jenis Jaringan Komputer MAN adalah :
• Biaya operasional mahal.
• Instalasi infrastrukturnya tidak mudah.
• Rumit jika terjadi trouble jaringan (network trouble shooting).
• Untuk memperbaiki jaringan MAN diperlukan waktu yang cukup lama.
• Dapat menjadi target operasi oleh para Cracker untuk mengambil keuntungan pribadi.
Teknologi yang Digunakan dalam MAN• Biaya operasional mahal.
• Instalasi infrastrukturnya tidak mudah.
• Rumit jika terjadi trouble jaringan (network trouble shooting).
• Untuk memperbaiki jaringan MAN diperlukan waktu yang cukup lama.
• Dapat menjadi target operasi oleh para Cracker untuk mengambil keuntungan pribadi.
MAN mengadopsi teknologi baik dari LAN maupun WAN untuk mencapai
tujuannya. Beberapa teknologi warisan yang digunakan digunakan untuk MAN
misalnya saja ATM, FDDI, DQDB dan SMDS. Teknologi-teknologi yang lebih
tua ini dalam prosesnya akan digantikan oleh Gigabit Ethernet dan 10
Gigabit Ethernet. Pada tingkat fisik, link antara MAN dengan banyak LAN
telah dibangun pada kabel serat optik ataupun menggunakan teknologi
nirkabel seperti microwave dan radio.
Didalam jaringan, MAN hanya memiliki satu atau dua buah kabel yang
fungsinya untuk mengatur paket data melalui kabel output. Namun ada
alasan utama untuk memisahkan MAN sebagai kategori khusus yaitu telah
ditentukannya standar untuk MAN, dan standar ini sekarang sedang
diimplementasikan. Standart tersebut disebut DQDB (Distributed Queue
Dual Bus) atau 802.6 menurut standart IEEE. DQDB terdiri dari dua buah kabel unidirectional dimana semua komputer dihubungkan.
Protokol Metropolitan Area Network (MAN) sebagian besar berada pada
tingkat data link (layer 2 dalam model OSI), yang didefinisikan oleh
IEEE, ITU-T, dll. Kunci protokol MAN dan teknologinya adalah sebagai
berikut:
ATM: Asynchronous Transfer Mode
Asynchronous Transfer Mode (ATM )merupakan standar internasional untuk
cell relay di mana multiple tipe layanan (semisal suara digital/voice,
video, atau data) disampaikan dalam fixed length (53-byte) cells.
Fixed-length cells memungkinkan proses sel berlangsung dalam hardware,
dengan demikian akan mereduksi keterlambatan transmit. ATM dirancang
untuk transmisi media berkecepatan tinggi seperti E3, SONET, dan T3.
ATM berbeda dalam beberapa hal dari teknologi data link lain yang lebih
umum seperti Ethernet. Sebagai contoh, ATM tidak melibatkan routing.
Komponen perangkat keras yang disebut ATM Switch membentuk koneksi point
to point antara kedua ujung transmisi, dan data mengalir langsung dari
sumber ke tujuan. ATM tidak menggunakan paket dengan panjang yang
berubah-ubah, tetapi menggunakan sel berukuran tetap.
Kinerja ATM diekspresikan dalam bentuk tingkatan OC (Optical Carrier),
dan ditulis sebagai “OC-xxx”. Tingkatan kinerja setinggi 10 Gbps
(OC-192) secara teknis bisa dicapai dalam ATM. OC-3 (155 Mbps) dan OC-12
(622 Mbps) adalah tingkatan kinerja yang lebih umum untuk ATM. ATM
dirancang untuk mendukung pengelolaan bandwidth yang lebih mudah. Tanpa
adanya routing dan dengan sel berukuran tetap, pengguna dapat dengan
mudah memonitor dan mengendalikan bandwidth ATM dibandingkan dengan
Ethernet.
DQDB: Distributed Queue Dual Bus Defined in IEEE 802.6
Adalah protokol komunikasi lapisan data-link untuk Metropolitan Area
Networks (MAN), didefinisikan dalam IEEE 802,6 standar, yang dirancang
untuk digunakan dalam MAN.
DQDB, yang memungkinkan beberapa sistem untuk interkoneksi menggunakan
dua bus logis searah, adalah sebuah standar terbuka yang dirancang untuk
kompatibilitas dengan standar transmisi pembawa seperti SMDS, yang
didasarkan pada standar DQDB.
DQDB terdiri dari dua jalur bus dengan stasiun melekat pada kedua dan
generator bingkai di akhir setiap bus. Bus berjalan secara paralel
sedemikian rupa untuk memungkinkan frame yang dihasilkan untuk melakukan
perjalanan di seluruh stasiun di arah yang berlawanan.
Ethernet at data rate 10 Gbps (IEEE 802.3ae)
10 Gigabit Ethernet adalah perluasan dari IEEE 802.3 Ethernet standard,
yang berdasarkan pada Ethernet protokol untuk peningkatan kecepatan
akses menjadi sepuluh kali lipat yang mencapai 1000 Mbps atau 1 Gbps.
Gigabit Ethernet pada sistem 10GBASE beroperasi dalam modus full-duplex
saja, lebih dari media serat optic. Hal ini memberikan sistem Ethernet
10 Gigabit suatu fleksibilitas yang diperlukan untuk beroperasi di
jaringan area lokal (LAN), metropolitan area network (MAN), jaringan
area regional (RAN) dan wide area network (WAN).
FDDI: Fiber Distributed Data Interface
Fiber Distributed Data Interface (FDDI) yang di ciptakan ANSI adalah
protokol yang menggunakan topologi lingkaran fiber optik ganda yang
disebut lingkaran primary dan lingkaran secondary. Kedua lingkaran
tersebut dapat di gunakan untuk pengiriman data namun hanya lingkaran
primary yang biasanya di pakai sebagai jaringan utama. Lingkaran
secondary baru berfungsi jika lingkaran primary mengalami kerusakan.
Jaringan FDDI mempunyai kecepatan 100 Mbps melalui media fiber optik.
Fiber optic yang umumnya dipergunakan oleh FDDI adalah kabel multi-mode
fiber optik tipe 62.5/125 pm.
Dalam hal media transmisi, FDDI menggunakan serat kaca sebagai media
transmisi utamanya, namun juga dapat menggunakan media transmisi kabel
tembaga dengan menggunakan spesifikasi Copper Distributed Data Interface
(CDDI).
Berikut ini adalah bentuk dasar arsitektur ring FDDI :
Spesifikasi FDDI dan model OSI:
FDDI mendefinisikan spesfikasi fisik dan media-access dari model Open
System Interconnection (OSI). FDDI serupa dengan IEEE 802.3 Ethernet
dan IEEE 802.5 Token Ring dalam relasinya dengan model OSI. Gambar
berikut menunjukkan spesifikasi FDDI dan hubungannya dengan model OSI:
Gigabit Ethernet: Ethernet at data rate 1000Mbps (IEEE 802.3z, 802.3ab)
Standar Gigabit Ethernet sepenuhnya kompatibel dengan instalasi Ethernet
dan Fast Ethernet. Ini mempertahankan Carrier Sense Multiple Access /
Collision Detection (CSMA / CD) sebagai metode akses. Mendukung
full-duplex sebaik mode operasi half duplex. Mendukung single-mode dan
multi mode fiber dan short-haul coaxial cable, dan kabel twisted pair.
Arsitektur Gigabit Ethernet arsitektur ditampilkan dalam gambar berikut:
SMDS: Switched Multimegabit Data Service
Switched Multi-megabit Data Service (SMDS) adalah layanan connectionless
yang digunakan untuk menghubungkan LAN, MAN dan WAN untuk pertukaran
data. Pada awal 1990-an, di Eropa layanan ini dikenal sebagai Broadband
Connectionless Broadband Data Service (CBDS). Maksud dari connectionless
adalah tidak ada kebutuhan untuk mengatur koneksi melalui jaringan
sebelum mengirim data. Ini mempersiapkan bandwidth agar bisa
mentransmisikan data secara “bursty” yang biasanya ditemukan pada LAN.
SMDS ditentukan oleh Bellcore, dan didasarkan pada jaringan IEEE 802,6,
standar jaringan MAN. Seperti yang diterapkan oleh Bellcore, dan
menggunakan transportasi sel relay, Distributed Queue Dual Bus layer-2
switching arbitrator, dan standar SONET atau G 0.703 sebagai antarmuka
akses antarmuka.
SMDS (Switched Multimegabit Data Service) adalah layanan packet-switched
yang ditujukan untuk perusahaan yang memerlukan pertukaran data dalam
jumlah yang besar dengan perusahaan lain melalui jaringan yang luas.
Aplikasi Jaringan Komputer di IndonesiaBidang Perbankan
Sistem Aplikasi General Ledger
Salah satu aplikasi komputer dalam kegiatan perbankan adalah sistem
aplikasi General Ledger. Output dari sistem aplikasi ini yang terpenting
dan dikenal masyarakat adalah laporan keuangan bank yang terdiri dari
Neraca, Laporan Rugi- Laba, dan Laporan Rekening Administratif.
Sistem aplikasi General Ledger sangat penting karena keluaran dari
sistem ini bisa menggambarkan kemampuan Bank dalam menjalankan fungsinya
sebagai penghimpun dan penyalur dana. Hal tersebut dimungkinkan melalui
analisa data kuantitatif yang terdapat pada Laporan-laporan tersebut.
Sistem Aplikasi General Ledger ini bersifat integrated banking
operasional system dengan menggunakan jaringan kerja komputer yang
saling berhubungan untuk seluruh aplikasi kegiatan perbankan. Sistem ini
dimungkinkan dengan pemanfaatan fasilitas Local Area Network,
Metropolitan Area Network ataupun Wide Area Network.
Pada sistem aplikasi perbankan terintegrasi, sistem aplikasi General
Ledger ini pada dasarnya merupakan sistem aplikasi induk yang mampu
menampung hasil pengolahan data dari sistem aplikasi lain, misalnya
sistem aplikasi tabungan, giro, pinjaman, dan software lain yang hasil
pengolahan datanya akan mempengaruhi laporan keuangan Bank.
Selain General Ledger, melalui jaringan komputer yang ada di perbankan
para nasabah dapat mengirim uang melalui Internet Banking yang dapat
diakses dimana saja tanpa harus pergi ke bank. Selain itu juga terdapat
mesin ATM yang saling berhubungan melalui MAN dimana seorang nasabah
dapat menarik uang tunai secara langsung.
Internet Melalui Jaringan TV Kabel
Internet kabel menggunakan media kabel koaksial sebagai media aksesnya.
Asalnya kabel koaksial ini hanya digunakan untuk menyalurkan signal TV
saja. Dalam beberapa sistem, kabel koaksial hanya media untuk
mendistribusikan sinyal. Di sistem lain, kabel fiber optic ditarik dari
perusahaan penyedia layanan TV kabel ke berbagai wilayah utama. Di
tempat tersebut kabel fiber optic diubah sinyalnya untuk dialirkan
menggunakan kabel koaksial ke rumah-rumah pelanggan. Teknologi yang
menggabungkan fiber optik dan kabel koaksial untuk distribusi pelanggan
dikenal dengan teknologi HFC (Hybrid Fiber-Coaxial). Teknologi HFC
merupakan platform jaringan yang menyediakan tiga saluran sekaligus
antara lain saluran TV, akses internet cepat dan telephony.
PERLENGKAPAN DAN PERALATAN YANG DIBUTUHKAN UNTUK INTERNET KABELPada sisi Pelanggan : Modem kabel
Salah satu perangkat pendukung Internet kabel adalah modem
(modulator-demodulator) kabel. Ia menghubungkan komputer PC pelanggan
dengan saluran TV kabel. Fungsinya adalah sebagai interface antara
format standar komunikasi komputer dan format standar komunikasi
jaringan TV kabel.
Pada sisi penyedia layanan TV Kabel: CMTS dan perlengkapan lainnya
Cable Modem Termination System (CMTS) terletak di headend jaringan TV
kabel. CMTS mengambil aliran data sejumlah pelanggan yang dikirim
melalui jalur upstream, kemudian mengirimkan ke ISP atau ke koneksi
Internet. Pada headend, operator TV kabel juga perlu memiliki (atau
menyewa dari ISP) beberapa perlengkapan (hardware dan software) untuk
fasilitas Internet.
Perlengkapan-perlengkapannya adalah: beberapa komputer server untuk
keperluan accounting dan logging. Dynamic Host Configuration Protocol
(DHCP) untuk keperluan assigning dan administrasi alamat-alamat IP
(Internet Protocol) bagi pelanggan-pelanggannya. Juga server pengatur
untuk protokol yang berjuluk: Data Over Cable Service Interface
Specifications (DOCSIS). DOCSIS adalah standar utama yang digunakan
Amerika Serikat untuk penyelenggaraan akses Internet bagi pelanggan TV
kabel.
Gambar jaringan internet melalui TV Kabel:Dunia Bisnis
Pemanfaatan jaringan komputer, baik LAN, MAN, dan WAN bagi perusahaan
besar sudah tidak asing lagi karena manfaatnya sangat besar bagi
kemajuan usaha. Aplikasi bisnis sekarang yang berbasis teknologi dan
jaringan komputer yang paling umum digunakan adalah electronic commerce
(e-commerce) atau lebih terkenal dengan bisnis online melalui aplikasi
ini seorang pedagang diberikan kemudahan yaitu tidak perlu bertatap muka
dengan pembeli dan mendirikan toko serta dapat memasarkan produk yang
ia miliki ke seluruh dunia. Selain e-commerce juga ada EDI atau
electronic data interchange atau pengolahan data berbasis komputer.
Bahkan sekarang dalam dunia bisnis di perusahaan-perusahan besar telah
diterapkan Remote Access. Melalui Remote Access seorang pegawai dapat
bekerja untuk perusahaannya dimanapun pegawai tersebut berada melalui
jaringan LAN komputer asal pegawai tersebut berada.
Dunia Pendidikan
Tahun 2006 yang lalu menjadi tonggak sejarah ketika Indonesia akhirnya
dapat membangun sebuah jaringan antar perguruan tinggi yang dinamakan
INHERENT (Indonesia Higher Education Network).
INHERENT (Indonesia Higher Education Network)
INHERENT merupakan inisiatif dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi
(Dikti) Departemen Pendidikan Nasional Indonesia untuk membuat sebuah
jaringan backbone yang menyambungkan 32 perguruan tinggi negeri yang ada
di masing-masing propinsi di seluruh Indonesia.
Desain jaringan INHERENT ini dikemukakan kepada DIKTI atas rumusan
rancangan bersama dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas
Indonesia (UI), Universitas Gajah Mada (UGM) dan Institut Teknologi
Surabaya (ITS). Setelah dilaksanakan tender, maka terpilih PT Telkom
sebagai penyedia infrastruktur jaringan, serta PT Multipolar sebagai
Partner dari Cisco System yang menyediakan perangkat jaringan.
Jaringan ini terdiri dari backbone fiber optik STM-1 berkecepatan 155
Mbps untuk interkoneksi antara universitas di pulau Jawa, serta backbone
leased channel berkecepatan 8 Mbps untuk universitas di pulau Sumatera,
Kalimantan, Sulawesi serta Bali dan Nusa Tenggara. Universitas di
daerah Indonesia Timur mendapatkan akses satelit dari Jakarta dengan
kecepatan 2 Mbps. Diagram jaringan dapat dilihat pada gambar berikut:
Masing-masing universitas negeri yang menjadi tempat POP (Point of
Presence) dari backbone INHERENT memiliki peralatan router dan server
dari Cisco System dan Sun Microsystem. Gambar dari rack yang berisi
router dan server yang terpasang pada POP INHERENT di ITB dapat dilihat
pada gambar berikut:
Jaringan ini telah dinyatakan operasional pada bulan September 2006, dan
mendekati 6 bulan operasinya, jaringan ini telah dimanfaatkan oleh
berbagai perguruan tinggi untuk mengadakan berbagai aktivitas, misalnya :
1. Video Conference Seminar Teknologi Grid Computing yang diselenggarakan oleh Sun Microsystem bekerjasama dengan Universitas Indonesia, disaksikan oleh empat universitas (ITB, Unibraw, UNDIP dan UGM).
2. Aktivitas Web Proxy Cache Peering antara ITB dengan UI, Unila Lampung dan Unsri Palembang.
3. Aktivitas Video Conference untuk rapat antara Dikti dengan Universitas penerima Hibah K-1.
TEIN2 (Trans-Eurasian Information Network)1. Video Conference Seminar Teknologi Grid Computing yang diselenggarakan oleh Sun Microsystem bekerjasama dengan Universitas Indonesia, disaksikan oleh empat universitas (ITB, Unibraw, UNDIP dan UGM).
2. Aktivitas Web Proxy Cache Peering antara ITB dengan UI, Unila Lampung dan Unsri Palembang.
3. Aktivitas Video Conference untuk rapat antara Dikti dengan Universitas penerima Hibah K-1.
Pada bulan April 2006, ITB mendapat kesempatan sebagai wakil dari
Indonesia untuk bergabung dengan jaringan riset antar universitas TEIN2
(Trans-Eurasian Information Network).
Jaringan ini menghubungkan universitas di negara-negara Asia Tenggara
dengan negara Eropa yang telah memiliki jaringan NREN besar bernama
GEANT. Selain itu, jaringan TEIN2 ini juga terhubung dengan Jepang,
Korea, China serta Amerika Serikat dan Australia.
Jaringan TEIN2 didanai oleh Komisi Uni Eropa (European Commission) dan
dioperasikan oleh DANTE. Berikut ini adalah gambar dari Diagram
Jaringan TEIN2:
ITB sebagai wakil Indonesia terhubung ke jaringan TEIN2 ini melalui
jalur fiber optik yang diselenggarakan oleh konsorsium perusahaan
telekomunikasi Indosat dengan SingTel Singapura menuju POP (Point Of
Presence) TEIN2 di Singapura dengan kecepatan 45 Mbps.
Melalui backbone TEIN2 ini, ITB terhubung ke berbagai jaringan riset antar universitas di seluruh dunia, seperti :
• GEANT, yang menyambungkan seluruh NREN di Eropa, seperti JANET dan UKERNA di Inggris, RENATER di Perancis, SURFNET di Belanda, DFN di Jerman, SWITCH dan CERN di Swiss, dan lain-lain.
• TRANSPAC dan Internet2, yang menyambungkan seluruh NREN di Amerika Serikat.
• AARNET di Australia.
• SuperSINET, APAN dan WIDE Project di Jepang.
• CERNET dan CERNET2 di China.
• KOREN di Korea.
• GEANT, yang menyambungkan seluruh NREN di Eropa, seperti JANET dan UKERNA di Inggris, RENATER di Perancis, SURFNET di Belanda, DFN di Jerman, SWITCH dan CERN di Swiss, dan lain-lain.
• TRANSPAC dan Internet2, yang menyambungkan seluruh NREN di Amerika Serikat.
• AARNET di Australia.
• SuperSINET, APAN dan WIDE Project di Jepang.
• CERNET dan CERNET2 di China.
• KOREN di Korea.
Koneksi menuju jaringan-jaringan ini memiliki latency kurang dari 100
milisecond menuju ke NREN di Asia, Jepang, Korea dan China, sedangkan
latency menuju NREN di Eropa dan Amerika Serikat hanya mencapai 200 s/d
300 milisecond. Kondisi ini membuat jaringan TEIN2 mampu dipakai untuk
menjalankan berbagai aplikasi kolaborasi, seperti video conference,
telesurgery, remote equipment dan sebagainya.
Jaringan ini telah dinyatakan operasional pada bulan September 2006, dan
mendekati 6 bulan operasinya, jaringan ini telah dimanfaatkan oleh
berbagai perguruan tinggi untuk mengadakan aktivitas-aktivitas berikut :
1. Demo aplikasi Endoscopic Live Telesurgery dari Fakultas Kedokteran Universitas Kyushu menggunakan teknologi DVTS dengan bandwidth 30 Mbps.
2. Video Conference antara ITB dengan Keio University sewaktu acara 10th Anniversary AI3 Project menggunakan teknologi DVTS dengan bandwidth 30 Mbps. Acara ini turut disaksikan oleh Universitas-universitas partner INHERENT melalui peralatan video conference.
Credits:1. Demo aplikasi Endoscopic Live Telesurgery dari Fakultas Kedokteran Universitas Kyushu menggunakan teknologi DVTS dengan bandwidth 30 Mbps.
2. Video Conference antara ITB dengan Keio University sewaktu acara 10th Anniversary AI3 Project menggunakan teknologi DVTS dengan bandwidth 30 Mbps. Acara ini turut disaksikan oleh Universitas-universitas partner INHERENT melalui peralatan video conference.
Schatt, Stan. 1992. PC Networking for Systems Programmers. New York : John Wiley & Sons.
McMurrich, Patrick. 2000. Metropolitan Area Network (MAN), (Online), http://searchnetworking.techtarget.com/d…), diakses 3 Februari 2012.
—. 2007. Internet Melalui Jaringan TV Kabel, Gimana Yach?, (Online), http://dedenthea.wordpress.com/2007/02/1…), diakses 4 Februari 2012.
—. 2008. Latar Belakang dan Sejarah Jaringan, (Online), http://masyhudi15.wordpress.com/2008/07/…), diakses 3 Februari 2012.
—. 2009. Apa Asal Mula dari Jaringan MAN ?, (Online), http://id.answers.yahoo.com/question/ind…), diakses 1 Februari 2012.
Machfudin, Ainun. 2009. Fiber Distributed Data Interface (FDDI), (Online), http://iahhaku.blogspot.com/2009/02/fibe…), diakses 3 Februari 2012.
Prabowo, Lilik, 2009. Pengertian LAN, WAN, MAN, (Online), http://prabowo.aforumfree.com/t365-penge…), diakses 1 Februari 2012.
—. 2009. Topologi Jaringan Local LAN (Local Area Network Topology), (Online),
http://www.ubb.ac.id/menulengkap.php?jud…), diakses 1 Februari 2012.
—. 2010. FDDI (Fiber Distributed Data Interface), (Online), http://izenha.wordpress.com/2010/04/08/f…), diakses 3 Februari 2012.
Basalamah, Affan. 2010. INHERENT dan TEIN2: Langkah Indonesia Memasuki Jaringan Antar Universitas Kelas Dunia, (Online), http://io.ppijepang.org/v2/index.php?opt…), diakses 4 Februari 2012.
Orion. 2010. Teknologi Jaringan Komputer, (Online), http://www.forumsains.com/artikel/teknol…), diakses 1 Februari 2012.
—. 2011. Aplikasi Man (Metropolitan Area Network), (Online), http://kelompen-kelompen.blogspot.com/20…), diakses 1 Februari 2012.
—. 2011. Cara Membuat Jaringan Komputer LAN,MAN,WAN,PAN, (Online), http://fauziyn96.blogspot.com/2011/02/ca…), diakses 3 Februari 2012.
—. 2011. Contoh Aplikasi Man (Metropolitan Area Network), (Online), http://kelompen-kelompen.blogspot.com/20…), diakses 1 Februari 2012.
—. 2011. Karakteristik Man (Metropolitan Area Network), (Online), http://kelompen-kelompen.blogspot.com/20…), diakses 1 Februari 2012.
—. 2011. Komponen Man(Metropolitan Area Network), (Online), http://kelompen-kelompen.blogspot.com/20…), diakses 1 Februari 2012.
—. 2011. Pengertian Jaringan LAN, MAN, WAN dan Internet, (Online), http://niswatul.wordpress.com/2011/11/17…), diakses 1 Februari 2012.
—. 2011. Tugas Komputer dan Masyarakat (Aplikasi dalam Bidang Perbankan), (Online), http://naomipormes.blog.mercubuana.ac.id…), diakses 4 Februari 2012.
Mitchell, Bradley. —. ATM – Asynchronous Transfer Mode, (Online), http://compnetworking.about.com/od/netwo…), diakses 3 Februari 2012.
—. —. Gigabit (1000 Mbps) Ethernet: IEEE 802.3z (1000Base-X), 802.3ab (1000Base-T) and GBIC, (Online), http://www.javvin.com/protocolGigE.html), diakses 4 Februari 2012.
—. —. Metropolitan Area Network (MAN), (Online), http://www.mr-mung.com/2009/03/metropoli…), diakses 3 Februari 2012.
—. —. Metropolitan Area Network and MAN Protocols , (Online), http://www.javvin.com/protocolMAN.html), diakses 3 Februari 2012.
Nurmanto. —. Pengertian Metropolitan Area Network (MAN), (Online), http://nurmanto.com/pengertian-metropoli…), diakses 1 Februari 2012.
—. —. SMDS (Switched Multimegabit Data Service), (Online), http://searchnetworking.techtarget.com/d…), diakses 3 Februari 2012.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tinggalkan Komentar mu...!! ^^