Kamis, 04 Mei 2017

Berbagi Pengalaman Wedding Preparation

Assalamu'alaikum...
Karna kayaknya pengen abadikan momen-momen yang aku rasa bisa buat time file saat nanti sudah beranjak menua. Aah bisa ajahh... maaf kemaren-kemaren sempat vakum. karna sibuk ini itu lah pokoknya.Insyallah sekarang akan lebih seru buat ngeblog lagi. Salam kangen. muach...


Alhamdulillah ucap syukur pada Yang Maha Kuasa. 7 April 2017 menjadi hari paling bersejarah buat saya dan suami yang saat itu adalah hari pernikahan kita. Hari dimana ijab qobul dilaksanakan, hari dimana status saya sebagai anak ibuk dan bapak (alm.) sudah menjadi istri orang. Orang itu bernama Muhammad Arfiansyah. Bertemu dengannya bukan tanpa sengaja, karena saya yakin Allah telah menakdirkan seperti itu. Dia teman sekantor dengan teman akrab saya. Karna memang kita berdua sedang mencari calon pendamping bukan hanya untuk pacaran, maka teman saya mengenalkan saya dengan dia.
Singkat cerita kenal dan pacaran beberapa bulan dan langsung memutuskan untuk menikah. Memilih tanggal yang kita sendiri inginkan, bukan karna apa-apa pilih tanggal 7 April tapi itu hari Jum’at dan insyallah ada berkahnya. Amiiiiinn.... Dan saat itu juga usia perkenalan kita belum genap setahun, karna memang sudah saatnya dan saya tidak mau menunda lagi. Ahh kayak bacanya dikira saya ya yang ngebet?  bukan.. bukan...  maksudnya kita berdua yang sudah merasa siap dan Tidak ingin menunda lagi 
Begitu banyak persiapan pernikahan kita siapkan sendiri, mulai dari tenda, dekor, salon, undangan, sovenir, hias mahar, hias seserahan dll. Survei sana sini, liat ini itu, banyak pertimbangan, mulai harga standard sampek mahal banget ditanyain deh, survey deh semua. Dan kita memutuskan untuk buat undangan, sovenir, hias mahar kita buat sendiri. Dan postingan kali ini pengen cerita pengalaman seseru apa bikin hampir semua persiapan sendiri



  H-3 bulan baru kerjain sovenir, pengenku sovenirnya yang bisa bermanfaat dan kita pilih gelas. Oke liat-liat tutorial bikin tempat sovenir dari mika, tutorial bikin alas sovenir, udah semua info-info dihimpun. Cuss kita blanja bahan-bahan karay gelasnya beli di toko grosir (saran yah, tawar semurah mungkin hihi) mika, kertas, pita, spidol dll. Percobaan hari pertama, seru!! Hari kedua, asyik! Hari ketiga, pastilah ada cobaanya, namanya jg mau naik kelas (read: nikahan), jari kena cutter. Sumpah rasanyaaaaa gak bisa bayangin. Hiks sekali deh, tapi se-hiks apapun itu saya memang gak begitu gampang nyerah sih, kalo masih penasaran ya pasti lanjut! Singkat cerita taraaaaaa udah jadi 300 buah sovenir. Seperti ini penampakan sovenir yang saya buat.

Lanjut selesaikan undangan bikin 700 buah. Sama awal liat tutorial-tutorial bikin undangan dll nya baru deh belanja keperluan kayak kertas, plastik undangan, lebel undangan. Dan mulai kerja !! Paling lama nih ngerjain undangan, hampir tumbang juga. Batuk pilek iya lah. Cuaca gak nentu juga. Berkali-kali ganti desain, eh btw saya desain sendiri yah undangannya, dan saya suka. Berasa mewah gimana gitu. Karena saya tidak bisa mengoprasikan coreldwar, jadi saya pakai photoshop untuk edit undangan. Alhamdulillah dapat apa yang seperti diinginkan. H-3 minggu baru selesai, ngebut sebar undangan, tiap pulang kerja langsung sebar, sabtu minggu libur langsung sebar juga. Alhamdulillah gak ada yang kelewat walaupun ngebut gitu. Begini penampilan undangan yang saya buat. Not bad lah buat saya. Hehe



Terakhir bikin mahar, paling-paling mudah diantara semuanya. 2 minggu selesai tuh mahar. Sebelum-sebelumnya sudah pesan frame dan beli uang kertas palsu. Jadi selesai undangan langsung garap mahar. Sama dari sebelum-sebelumnya, karna saya belum pernah hias mahar sendiri, saya liat-liat referensi tutorial hias mahar di youtube, liat-liat model mahar di instagram gitu yah. Agak gejolak dalam hati sendiri sih, karena suami pengennya bentuk masjid, dan sebenarnya saya pengen vintage atau pop up gtu lah yang lagi hits masa kini. Tapi gak kehabisan akal sih, saya kombinasi itu bentuk masjid sama  pop up yang lagi hits sekarang. Yuupp jadi dehh...





Saya pilih uang kertas palsu nominal 10 Ribu karena saya dan suami sepakat angka 10 melambangkan kesempurnaan. Insyallah dengan pernikahan ini menjadi penyempurna separuh agama kita. ^^
Akhirnya selesai juga ya semua dalam kurang lebih 3 bulan pengerjaan. Agak kerja rodi sih, tapi liat hasil buatan sendiri dan diterima teman-teman lain itu senengnya masyaallah... adem di hati... kayaknya bakal terus berkarya deh, seru sih habisnya
Cukup sekian cerita seru-serunya. Semoga menginspirasi teman-teman sekalian untuk terus berusaha, karena kita tidak pernah tau sejauh mana kita bisa mencapai dengan kemampuan sendiri.
Wa'alaikumsalam...






2 komentar:

Tinggalkan Komentar mu...!! ^^