Karena
dukungan seorang teman, maka saya berusaha membuat secuil karya untuk sebongkah
pengetahuan. Jika ada kekurangannya, mohon dimaklumi yah. Kalau ada
kelebihannya, Alhamdulillah yah… (sepertinya saya terjangkit virus Syahrini J ) Baiklah. Tanpa banyak
bicara lagi, silahkan menikmati secuil karya saya. Gumawo…
Perpustakaan
sekolah merupakan suatu sarana penunjang kegiatan belajar mengajar siswa dan pendidik
untuk mencapai tujuan kegiatan pembelajaran di sekolah. Menurut
Darmono (2007:19) “Perpustakaan sekolah membekali murid berupa keterampilan
pembelajaran sepanjang hayat serta imajinasi, memungkinkan mereka hidup sebagai
warga Negara yang bertanggung jawab”
Seperti
menutut Martoatmodjo (1999:5) “Perpustakaan harus dapat memberikan informasi
kepada pembaca, memberikan kesempatan kepada pembaca untuk mengadakan
penelitian yaitu fungsi informasi.” Dengan begitu perpustakaan sekolah harus
melakukan sebuah perubahan dalam meningkatan pelayanan kepada masyarakat
pemakainya yaitu peserta didik serta seluruh anggota komunitas sekolah. Tetapi jika dalam
penggunaannya kurang maksimal, maka bukan tidak mungkin jika siswa tidak bisa
mencapai tujuan pendidikan di sekolah. ini disebabkan rendahnya tingkat minat
baca para siswa sehingga membuat kurang minatnya mereka untuk datang ke
perpustakaan. Hal ini juga yang membuat perpustakaan sekolah menjadi berkurang
fungsinya sehingga sekolah tidak menjadikan perpustakaan sebagai icon sekolah
tersebut. Tak jarang sekolah hanya menjadikan perpustakaan sebagai syarat, tanpa
memperhatikan bagaimana seharusnya fasilitas perpustakaan disediakan dan
bagaimana menjadikan perpustakaan sebagai tempat yang menyenangkan bagi siswa
dan pendidik untuk menumbuhkan minat baca. Sehingga penempatannya kurang bagus
untuk ukuran perpustakaan, seperti terjepit di pojok area sekolah atau berada
di belakang sekolah. ini mempengaruhi berkurangnya fungsi perpustakaan
tersebut. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi perpustakaan sekolah belum
dianggap penting:
1. Tidak
ada tindakan dari pendidik untuk membiasakan peserta didik masuk ke
perpustakaan walaupun hanya untuk mengerjakan tugas.
2. Koleksi
buku yang kurang menarik atau bahakan kurang update. Sehingga peserta didik
maupun pendidik enggan membaca di perpustakaan karena mutu bacaan yang
disediakan oleh perpustakaan memang sangat kurang memadai untuk memenuhi
kebutuhan informasi yang pendidik dan peserta didik butuhkan. ( kalau pendidik
saja enggan ke perpustakaan bagaimana dengan peserta didiknya? -_-“ )
3. Fasilitas
perpustakaan sekolah yang kurang memadai. Baik peserta didik ataupun pendidik
akan betah berlama-lam di perpustakaan jika di dalam perpustakaan terdapat
fasilitas yang memudahkan peserta didik dan pendidik untuk mencari bahan
pustaka, meminjam bahan pustaka, mengembalikan bahan pustaka dll dengan cara
yang mudah dan cepat.
4. Lokasi
perpustakaan itu sendiri juga dapat mempengaruhi kurangnya minat baca peserta
didik. Perpustakaan sekolah biasanya berada di belakang kamar mandi, sebelah
kantin, bergabung dengan UKS(Unit Kesehatan Sekolah) atau bergabung dengan
ruang-runag lainnya di sekolah.
5. Tenaga
pustakawanannya seharusnya minimal berlatar belakang diploma dua di bidang
perpustakaan. Tetapi tidak pada kenyataannya yang menggunakan tenaga
perpustakaan merupakan seorang pendidik atau bahkan petugas administrasi, atau
tenaga lain di sekolah. Ini membuat pengelolaan perpustakaan menjadi kurang
optimal dan maksimal.
Silahkan
teman-teman diskusikan solusi untuk mengurangi faktor-faktor yang membuat
perpustakaan sekolah belum dianggap penting. Bagi yang mau menambahkan faktor
apa saja yang membuat perpustakaan sekolah masih kurang diminati, ya monggo.
Kita sharing bareng.
Maaf
kalau artikel ku masih banyak yang kurang, kita sama-sama belajar ya
teman-teman. ^^
Credit by:
Darmono. 2007. Perpustakaan Sekolah: Pendekatan Aspek Manajeman dan Tata Kerja.
Jakarta: Grasindo.
Martoatmojo, Karmidi. 1999. Pelayanan Bahan Pustaka. Modul 1-6.
et.al. Universitas Terbuka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tinggalkan Komentar mu...!! ^^